Assalamu'alaikum. Wr. Wb
Semangaatt Pagi..
Salam sehat.. semangat.. bahagia..
Anak- anak hebaatt ilmuwan muda Muhaka yang berbahagia
Setelah pertemuan lalu kita sudah membahas rangkaian listrik, hukum kirchof, lalu menghitung hambatan pada rangkaian listrik..
Kali ini kita akan belajar tentang hukum ohm
Hukum ohm pertama kali diperkenalkan oleh seorang fisikawan asal Jerman bernama Georg Simon Ohm pada tahun 1827 melalui karyanya yang berjudul “The Galvanic Circuit Investigated Mathematically”. Seperti ini bunyi hukum ohm:
Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar akan berbanding lurus dengan tegangan/beda potensial (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)
Sehingga dapat dituliskan rumusnya sebagai berikut :
Keterangan :
V = Tegangan Listrik atau beda potensial (volt) ( V )
I = Kuat arus listrik (Ampere) ( A )
R = Resistor atau hambatan listrik ( Ohm) (Ω )
Contoh soal :
2 buah resistor masing-masing memiliki hambatan 2 ohm dan 2 ohm yang dirangkai secara seri. Selanjutnya, kedua hambatan dirangkai dengan tegangan baterai yang nilainya 6 volt. Berapa nilai kuat arus listrik yang mengalir pada kedua hambatan tersebut?
Pembahasan:Diketahui:R1 = 2 Ω
R2 = 2 Ω
V = 6 volt
Ditanya:I = ...?
Jawab:R
total=R
1+R
2 =2+2
=4 Ω
I=V/R
I=6/4
I=1,5 A
Jadi, nilai kuat arus listrik yang mengalir pada kedua hambatan adalah 1,5 Ampere.
Latihan :
2 buah
hambatan masing-masing memiliki nilai 6 Ω dan 3 Ω di susun secara paralel (seperti gambar).
Selanjutnya hambatan tersebut dirangkai dengan baterai bertegangan 3 volt.
Berapa nilai kuat arusnya?
Dikerjakan dibuku tulis, dibawa saat belajar di sekolah (PTM)
Selamat belajar...
Jangan lupa isi daftar hadirnya
Wassalamu'alaikum. Wr. Wb
0 Comments